Tiga elemen kunci menjadi kerangka utama buku ini yakni pemimpin inovatif, kekayaan tradisi gereja, dan transformasi gereja lokal. Dr. Herwinesastra menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen tidak cukup hanya bersandar pada struktur dan otoritas formal, tetapi harus ditopang oleh semangat melayani dan keberanian untuk berinovasi. Ia menegaskan bahwa pemimpin gereja masa kini harus mampu membaca tanda-tanda zaman, memahami kebutuhan generasi digital, serta menghadirkan pendekatan baru yang kontekstual dan berdampak.
Dengan bijak, buku ini mengajak pembaca untuk tidak melihat tradisi sebagai penghambat, melainkan sebagai fondasi yang dapat memperkuat arah transformasi. Tradisi dipandang sebagai kekayaan iman yang, jika dipahami secara mendalam, dapat menjadi titik tolak bagi pembaruan yang sejati.






Reviews
There are no reviews yet.