Di dalamnya, tersimpan lima belas kisah pilihan berkonteks budaya yang otentik, terutama karena sebagian besar latarnya merujuk pada lanskap dan kehidupan masyarakat Borneo.
Cerpen-cerpen ini menghadirkan tokoh-tokoh yang berada di persimpangan antara tradisi dan modernitas. Kita akan bertemu dengan Orang-Orang Antagonis, menyelami kesunyian ketika Gong Tidak Berbunyi Lagi, merasakan kehilangan bersama Manik-Manik yang Hilang dari Leher Kumang, hingga merenungi makna keberadaan dalam Pintu di Belakang Langit.






Reviews
There are no reviews yet.