Pelayanan tidak cukup di balik mimbar. Namun perlu membangun komunitas yang sehat, menyelesaikan konflik, serta bekerja sama lintas gereja dalam semangat persaudaraan. Selain itu, pentingnya menjaga kesehatan jiwa para pemimpin, membangun tim lintas usia dan budaya, serta tetap setia pada nilai-nilai Injil di tengah godaan popularitas dan pragmatisme.
Dengan pendekatan yang membumi dan tajam secara teologis, buku ini menunjukkan bahwa kepemimpinan gereja yang kuat berakar dari kasih, dijalankan dengan doa, dan digerakkan oleh visi yang jelas.






Reviews
There are no reviews yet.